oleh

17 Miliar Hasil Penjualan Saham Persiram R4 Dipertanyakan

-Sorotan-73 views
Waisai, RAE- Klub sepak bola kebanggaan masyarakat Raja Ampat, Persiram, telah dijual seharga 17 Miliar namun hingga kini tidak dianggap sebagai hasil penjualan klub berseragam biru hitam tersebut, hal ini dipertanyakan salah satu tokoh Raja Ampat, Amar Sapua, di Waisai, 08 Juli 2020

Amar sangat menyayangkan klub yang dibangun dengan susah payah dari divisi IV hingga puncak liga profesional Indonesia, dijual begitu saja oleh manajemen Persiram di bawah PT.Makmur Madani, sebuah BUMD milik Pemda Raja Ampat.

Selain dijual tanpa sepengetahuan pemerintah daerah Kabupaten Raja Ampat, hingga kini, dana hasil penjualan sebesar 17 Miliar, tidak diketahui rimbanya, tegas Amar.
“Sampai hari ini tidak ada penjelasan dan alasan Persiram dijual ke pihak lain dan sampai saat ini tidak ada pemberitahuan resmi kepada pihak pemerintah daerah “
Alasan penjualan Persiram pun tidak jelas, apakah karena bangkrut, ataukah ada alasan lain, hingga berita ini ditayang, penjualan Persiram tanpa alasan yang jelas, semua serba tidak jelas.,”Tanya pemuda Raja Ampat asal Misool ini.

Amar mendesak agar kasus penjualan Persiram ini diusut tuntas, untuk itu dia meminta kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Raja Ampat agar menseriusi hal ini dan memanggil para pihak yang berkompeten untuk memberikan penjelasan tentang Persiram, bila perlu, diambil langkah hukum yang tegas dan terukur.

Hingga kini, masyarakat masih bertanya, mengapa Persiram dijual, dan jika dijual, manfaatkan uang 17 Milliar tersebut. Bagaimana nasib persepakbolaan Raja Ampat kedepan. Amar berharap, Pimpinan dan Anggota DPRD Raja Ampat dapat menjawab keresahan masyarakat ini.

Dilansir dari media, Klub sepak bola dengan julukan Dewa Laut itu, telah dijual sejak tanggal 27 Pebruari 2016, untuk PT.Arka Gega Magna, manajemen PS.TNI, dalam surat yang terkait oleh Direktur Utama PT.Persiram Makmur Madani, tertanggal 15 Maret 2019 (Cak)

Komentar

Daftar Berita Terpopuler