by

Biaya Masuk SMA Negeri 1 Raja Ampat Mahal. Ini Penyebabnya

-Berita-456 views

Waisai, RAE– Jelang pendaftaran masuk SMA di Waisai, Kabupaten Raja Ampat dengan biaya pendaftaran mencapai Rp.3 Juta membuat orang tua wali murid gigit jari. Tingginya biaya pendaftaran ulang jika masuk SMAN 1 Raja Ampat menurut salah satu orang tua murid yang bukan dari kalangan PNS, tidak sesuai dengan pendapatan mereka yang hanya sebagai Nelayan maupun buruh. Hal tersebut dikatakannya saat mengantarkan anaknya untuk mengikuti ujian masuk SMAN 1 Raja Ampat, Kamis, 26/06/2019.

Ada beberapa poin yang menurutnya tidak perlu dibebankan kepada orang tua murid seperti Pengadaan Komputer untuk ujian Nasional yang Rp 400 ribu, pemeliharaan Lab Komputer Rp.200 ribu, pengenalan lingkungan sekolah Rp.300 ribu, Raport Rp.110 ribu serta pembayaran iuran komite yang langsung dibayar per 4 bulan Rp. 200 ribu padahal siswa-siswi tersebut baru masuk sekolah.

“Pengadaan Komputer dan pemeliharaan laboratorium Komputer dan internet semestinya menjadi tanggung jawab pemerintah. Raport juga begitu. Kalau pengenalan lingkungan sekolah (PLS) itu seperti apa. Masa Cuma PLS saja siswa harus bayar sampai 300 ribu. Kemudian uang komite harus bayar per 4 bulan bukan perbulan,” ujarnya.

Ia berharap pihak sekolah (kepala sekolah) atau panitia penerimaan siswa baru tidak membebankan biaya-biaya tersebut kepada orang tua murid karena sudah ada dana BOS dari provinsi Papua Barat. “Kalau bisa murah kenapa harus dijadikan mahal?” imbuhnya.

Apabila biaya-biaya tersebut dikurangi maka orang tua siswa hanya membayar Rp1.840.000,- yang tentunya sangat terjangkau.

Foto: SMAN 1 Raja Ampat

Seperti di lansir, oleh www.antaranews.com. Beberapa waktu lalu sekda provinsi Papua Barat, Nataniel Mandacan mengatakan bahwa kekurangan Komputer untuk SMA merupakan tanggungjawab pemerintah provinsi Papua Barat. Pemprov Papua Barat menargetkan, pada tahun 2020 seluruh SMA dan SMK memiliki komputer, baik negeri maupun sekolah swasta yang dikelola yayasan.

Sekda berharap mulai tahun depan semua sekolah bisa melaksanakan UNBK dan Provinsi akan upayakan, di sisi lain untuk yayasan mudah-mudahan ada upaya untuk membeli sendiri sehingga bisa mengurangi beban anggaran pemerintah daerah dan. katanya.

Tahun 2019 ini, lanjut sekda sekda, pemprov pun sudah mulai membantu pengadaan komputer di sejumlah sekolah. Selain komputer, ada pula bantuan berupa pembangunan ruang kelas melalui dana alokasi khusus (DAK).

“Dan untuk datanya pasti nanti di cek di Dinas Pendidikan karena mereka mempunyai data lengkap, termasuk sekolah-sekolah yang masih mengalami kekurangan”. ujarnya.

Sekolah yang menerima bantuan komputer belum lama ini di antaranya SMA YPK Pasir Putih Manokwari. Pemprov melalui APBD perubahan 2018 membantu sekitar 30 unit komputer.

Bantuan serupa juga diberikan ke SMK Pertanian Ransiki Kabupaten Manokwari Selatan dan beberapa SMA di Kabupaten Fakfak.

Sekolah yang tahun ini sudah bisa melaksanakan UNBK semoga bisa berjalan dengan lancar dan yang belum kami mohon untuk bersabar imbuh. Nataniel Mandacan .(RAE)

Comment

Daftar Berita Terpopuler