by

FFI-IP Menggelar Pelatihan Pemandu Ekowisata Minat Khusus Terestrial

-Wisata-81 views
Waisai, RAE– Bertempat di gedung TIC Waisai Raja Ampat Senin 11 Februari 2018  dilaksanakam pelatihan pemandu ekowisata minat khusus teretrial yang di gelar oleh Fauna dan Flora internasional-Indonesia Programme( FFI-PI) yang dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Engelbert Wader mewakili kepala Dinas Pariwisata Yusdi Lamatenggo.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Engelbert Wader memberikan apresiasi terhadap pelatihan pemandu ekowisata minat khusus terestrial yang digelar FFI yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata.

“Kegiatan pelatihan pemandu ekowisata tersebut sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan sumber daya manusia pariwisata Raja Ampat” Ujar Wader

Sehingga masyarakat yang mengikuti kegiatan pelatihan pemandu wisata tersebut dengan serius dapat mengelola potensi wisata terestrial kampung masing-masing.

Ketua Panitia Pada Ekowisata Minat Khusus Terestrial FFI, Sari Ramadhan mengatakan, pengembangan potensi wisata terestrial perlu didukung oleh kualitas sumber daya manusia sebagai pelaku ekowisata, salah satunya adalah pemandu. Selain keterampilan pelayanan, seorang pemandu ekowisata juga harus memahami dengan baik obyek wisatanya agar dapat memberikan pengetahuan mengenai obyek wisatanya.

Harapannya, kegiatan ekowisata tidak hanya bertujuan untuk menikmati alam tapi mendapatkan pengetahuan mengenai keanekaragaman satwa dan tumbuhan yang ada di Raja Ampat serta memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikannya.

Peserta yang terlibat sebanyak 56 orang yang merupakan perwakilan dari berbagai kampung baik dari Pulau Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. *Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara FFI-IP, Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Balai Besar Konservasi SDA Papua Barat, dan HPI R4*.

Kegiatan Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, peserta akan mendapatkan materi Dasar-dasar Ekowisata, kepemanduan (interpreter), teknik identifikasi burung, reptil, dan amfibi, dasar fotografi, dan dasar-dasar konservasi. Materi akan disampaikan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, Balai Besar Konservasi SDA Papua Barat, HPI, dan FFI-IP. Tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, peserta juga akan praktikum langsung ke lapangan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilannya. Melalui pelatihan ini harapannya juga dapat membuka jejaring antar pemandu ekowisata di Raja Ampat.

Dalam pelatihan ini juga panitia mencoba menularkan semangat untuk mengurangi produksi sampah plastik dengan meminimalkan penggunaan barang sekali pakai. Panitia membagiakan botol minum yang dapat dipakai berulang, selain digunakan selama kegiatan berlangsung harapannya botol tersebut dapat digunakan para pemandu saat membawa tamu ke hutan.

“Kami juga menyediakan makan siang dengan menggunakan kotak makan yang dapat dipakai berulang, untuk meminimalisir produksi sampah setelah pelatihan, masalah sampah di Raja Ampat adalah tanggung jawab semua, pelan-pelan kita sosialisasikan dalam event-event seperti ini”. ujarnya. ( Eka)

Comment

Daftar Berita Terpopuler