by

FFP Ke-III Dengan Judul “Perempuan Penjaga Tanah Papua” Akan Di Putar Di Sorong, 06-09 Agustus 2019

-Berita-63 views

Wasai, RAE – Festifal Film Papua Ke-III, Dengan Judul “Perempuan penjaga Tanah Papua, akan di putar di Sorong Raya, Berikut uraian singkat dari terlaksananya pemutaran film ini.

Papua adalah sebuah wilayah yang terdiri dari 312 suku asli dan masih menjaga baik pola-pola hidup nenek moyangnya.Pulau ini memiliki hutan menghampar luas, lautnya menyimpan berjuta jenis ikan dan tumbuhan sumber protein bagi kehidupan. Kandungan mineral di perut buminya, mulai dari minyak hingga emas, menjadikan pulau ini dipandang sebagai harta karun tak ternilai harganya. Papua adalah surga bagi para antropolog sekalligus bagi para investor pribumi dan mulltinasional yang melihat alamnya sebagai faktor produksi yang bisa mendatangkan keuntungan tak terperi.

Sesungguhnya, dalam konsep budaya Orang Papua, kaum perempuan mendapat tempat yang cukup baik, seperti pada beberapa suku yang menggambarkan perempuan dalam simbol-simbol keagungan seperti misalnya simbol pohon sagu yang artinya sumber kehidupan. Namun hal ini bukan berarti sama dalam praktek kehidupan sehari-hari dimana perempuan justru tidak mendapatkan banyak kesempatan untuk memuliakan dirinya. Dalam kehidupan keluarga sehari-hari kadang ditemui ada perempuan menyatakan tak mampu melawan kehendak suami atau keluarganya karena telah “dibeli” dengan harga “mahal”.Mereka harus bekerja keras dan menyimpan dengan rela berbagai bentuk ketidakadilan pada batin dan tubuh, sampai akhir hayatnya. Ironisnya, kaum perempuan sendiri merasakan bahwa ini adalah hal yang biasa, sudah takdir dan bahkan merasa apa yang dialaminya memang sudah semestinya diterima sebagai seorang perempuan.

Perempuan kampung di Papua sungguh menanggung beban berlapis-lapis dalam kondisi kekinian. Kekerasan berbasis gender terhadap perempuan dengan pelaku utama anggota keluarga, anggota masyarakat maupun aparatur negara, merupakan kenyataan yang dapat dijumpai setiap saat. Kekerasan yang dialami oleh perempuan ini terjadi baik di ruang domestik maupun publik, oleh keluarga, lingkungan, maupun pemerintah.

Saat ini isu Perempuan Papua banyak mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Narasi mama-mama Papua dalam pemberdayaan ekonomi, perlindungan keluarga, pendidikan, dan lain sebagainya, telah banyak terekam dalam benak orang Papua yang terus memperjuangkan keadilan.

Pada tanggal 06-09 Agustus 2019 mendatang, Papuan Voices akan kembali menyelenggara Festival Film Papua (FFP) ke-III . FFP Ke- III akan dilaksanakan di Kota Sorong, Papua Barat. Tema FFP II adalah “Perempuan Penjaga Tanah Papua”. Tema ini kami pilih sebagai sikap Papuan Voices terhadap situasi dan kondisi perempuan Papua di Tanah Papua dengan beragam tekanan yang dialami baik dibidang Ekonomi, Sosial, Budaya dan Sipil Politik namun tetap menjaga “Tanah Papua”.

Kami berharap tema ini memberi ruang bagi para filmaker untuk mengabadikan perjuangan perempuan Papua di Tanah Papua terkait dalam menjaga kelestraian lingkungan dan pemenuhan hak Sipil, Politik, Ekonomi, Sosial dan budaya serta mendokumentasikan praktek baik yang kaum perempuan lakukan saat ini. Sehingga dapat memberikan kesadaran bagi semua orang (kaum perempuan dan laki-laki) di Tanah Papua.

Dan Juga kami berharap bahwa dengan adanya FFP Ke- III akan semakin banyak Filmmaker muda Papua yang akan berpartisipasi dalam mengirimkan karya -karya mereka.

Berikut ini s ekilas Mengenal Papuan Voices: Papuan Voices adalah Komunitas Filmmaker Papua yang fokus memproduksi film dokumenter berdurasi pendek tentang Manusia dan Tanah Papua. Filmmaker Papua hendak menyampaikan pesan-pesan kepada seluruh lapisan komunitas masyarakat di Tanah Papua, Indonesia dan Internasional untuk melihat Tanah Papua melalui “mata” orang Papua sendiri dalam bentuk film dokumenter.

Papuan Voices terbentuk Tahun 2011 ketika Engage Media, Justice Peace and Integration of Creation (JPIC) MSC Indonesia dan Sekretariat Keadilan Perdamaan dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) Franciscan Papua (FP) bekerjasama dan mulai melatih para filmmaker baru di Papua. Papuan Voices sudah memproduksi beragaman jenis film dokumenter serta menyelenggarakan pelatihan-pelatihan untuk melahirkan para filmmaker di Tanah Papua.

Hingga 2019 Papuan Voices telah berdiri di 8 daerah di Tanah Papua, yakni: Papua Voices Biak, Papuan Voices Jayapura, Papuan Voices Keerom, Papuan Voices Wamena, Papuan Vocies Merauke, Papuan Voices Timika, Papua Voices Sorong Raya dan Papua Voices Tambrauw.
Narahubung kegiatan antara lain:Papua Barat: Max Binur  0821 9849 6915
Agus Kalalu, Ketua Panitia FFP Ke- III  0821 9888 3681
Sekretaris Panitia FPP Ke-III :
Papua : Bernard Koten Koordinator Umum Papuan Voices :
0812 6024 1970, Wirya Supriyadi 0852 4330 4009, Harun Rumbarar 0812 4756 2890, Rangkaian Kegiatan Festival Film Papua ke-III dan Waktu Pelaksanaan

Dalam rangka Festival Film Papua ke-III ini, maka akan didahului dengan kegiatan perdana yaitu : Workshop dan Talkshow “Mendengar Suara Perempuan Penjaga Tanah Papua Dulu, Kini dan Harapan Masa Depan. Kegiatan ini akan menjadi sarana dialog untuk merumuskan rekomendasi-rekomendasi penting yang berkaitan dengan permasalahan perempuan Papua.

Pelaksanaan Festival Film Papua ke III dan Kegiatan Festival Film Papuan ke-III dengan Jenis Kegiatannya termasuk Waktu Pelaksanaan dapat di lihat di Bagian Bawah :

Publikasi Festival Film Papua III 7-9 Agustus 2019

Publikasi Kompetisi Film November 2018-Juni 2019, Penerimaan Karya Film oleh Panitia Januari-Mei 2019,Promosi FFP III, Penjurian Juni-Juli 2019, Pengumuman 10 Besar Film Nominasi Juli 2019, Pengumuman 3 Film Terbaik Agustus 2019,Pelaksanaan Festival Film Papua III 6-9 Agustus 2019

Pengumunan  Pemenang Festival Film Papua III tanggal 9 Agustus 2019 sekaligus Penutupan Festival Film Papua III,

Sosok perempuan Papua
Noken sebagai lambang Kehidupan
Pulau Papua yang dipeluk, menggambarkan bagaimana perempuan Papua menjaga Papua dengan kasih

Megaphone, alat yang kerap digunakan dalam aksi/demonstrasi untuk menunjukkan peran perempuan Papua di ranah perjuangan demokrasi

(Realese/red)

Comment

Daftar Berita Terpopuler