by

Iskindo Dan Kehati Selenggarakan FGD Membahas Pariwisata Berkelanjutan Di R4

-Wisata-36 views
Waisai,RAE- Focus Group Discussion (FGD) yang difasilitasi oleh Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO) dan Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) dengan tema Menggagas Model Pariwisata Berkelanjutan Raja Ampat, sejumlah buah pikiran, pendapat, ide, dan solusi dituangkan dalam diskusi multipihak yang dilangsungkan di aula wayag kantor Bupati Raja Ampat, rabu (13/2/19) Siang.

Alur diskusi yang akhirnya mengerucut pada 3 topik utama, yakni topik pertama tentang hubungan sinergis pengelolaan perikanan dan pariwisata, lalu topik kedua tentang pemberdayaan masyarakat dan kepemilikan lokal, serta topik ketiga tentang kebijakan atau regulasi dalam membentuk model ekowisata Raja Ampat yang diharapkan.

Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati yang ikut serta dalam FGD yang dilakukan, mengapresiasi positif diskusi terpadu yang dilakukan. Menurutnya, konsistensi sikap konservasi yang telah dimiliki oleh masyarakat Raja Ampat dalam menjaga alam dan lingkungannya harus berbanding lurus dengan perkembangan jaman.

“Diskusi-diskusi demi mencari inti permasalahan dan solusi yang dibutuhkan dalam menghadapi dampak negatif dan ancaman terhadap sumberdaya alam Raja Ampat perlu intensif dilakukan. Karena Raja Ampat ini semakin hari semakin banyak wisatawan yang hadir. Olehnya, FGD yang dilakukan ini pun bisa dikatakan adalah bentuk komitmen bersama kita bukan hanya menjaga, tapi memaksimalkan potensi demi Pariwisata yang berkelanjutan.

Secara  pribadi, dirinya pun menyampaikan bahwa hasil FGD ini nantinya akan menjadi pertimbangan dan daya tekan terhadap keinginannya untuk meminta kepada pemerintah pusat untuk memberikan otoritas pengelolaan wilayah Raja Ampat secara penuh kepada pemerintah daerah.

“Harapan saya, ini akan menjadi bahan kami untuk meminta otoritas khusus kepada pemerintah pusat sebagai desentralisasi otoritas terhadap pengelolaan wilayah dan kawasan Raja Ampat. Karena wilayah Raja Ampat ini luas, namun kewenangan pemerintah kabupaten sangat terbatas. Olehnya kami akui, masih banyak program kepariwisataan milik Pemda kadang tidak tepat sasaran,” ujarnya

FGD tersebut, dipandu langsung oleh ketua dewan pembina yayasan KEHATI, Erna Witoelar serta diikuti banyak pihak terkait yang konsen kepad Pariwisata kabupaten Raja Ampat.(Red)

Comment

Daftar Berita Terpopuler