oleh

Kasat Reskrim Polres R4: Terduga EM, Kasus Pencemaran Nama Baik Bupati Ditetapkan Masuk Unsur Pidana

-Hukrim-144 views
Waisai, RAE- Kasus pencemaran nama baik yang mencatut nama Bupati Raja Ampat, beberapa waktu lalu dengan akun Facebook berinisial (EM),setelah di lakukan penyidikan akhirnya ditetapkan memenuhi unsur pidana. Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polres Raja Ampat. AKP. Nirwan Fakaubun, S.Ik kepada wartawan di ruang kerjanya Rabu 01/07/2020

” Yah jadi kasus pencemaran nama baik dari akun Facebook Berinisial EM setelah dilakukan penyidikan dan melakukan koordinasi dengan saksi ahli maka secara garis besar disimpulkan kasus tersebut sudah memenuhi unsur pidana.”. Ujarnya

Tinggal sekarang kami menunggu waktu ketika penerbangan dibuka, kami akan terbang ke beberapa tempat yang berbeda untuk pemeriksaan lanjutan terhadap saksi ahli yang berbeda-beda. Tandas Kasat Reskrim

Dijelaskan kasus ini dilaporkan oleh perwakilan dari Pemda Raja Ampat. Setelah dibuat pengaduan yang dilanjutkan dengan Laporan polisi(LP). Dengan adanya laporan tersebut kami langsung melakukan gelar perkara untuk menaikan status ini ” Bantuan Bupati Rasa Loco” dengan akun Facebook berinisial EM. Setelah dilakukan gelar perkara kami putuskan kasus tersebut kita naikan ke tahap penyidikan. Ujarnya

Untuk saksi-saksi sudah ada 3 orang saksi yang diperiksa, diluar dari pada saksi ahli. Kemudian kami sudah koordinasi dengan saksi ahli dan secara garis besar kasus ini sudah masuk dalam unsur pidana. Terang Kasat

Sekarang ini kami hanya menunggu waktu, ketika penerbangan sudah dibuka kembali, maka kami akan berangkat ke tempat yang berbeda-beda untuk pemeriksaan saksi ahli. Yang jelas kami akan berangkat ke Jayapura yaitu ahli bahasa daerah atau bahasa sehari-hari dan juga saksi ahli bahasa indonesia, saksi ahli pidana, karena polisi merupakan praktikum pidana, bukan teori, dan juga saksi ahli dari ITE sendiri serta barang bukti yang nantinya akan diperiksa secara forensik di Jakarta. Jelas Kasat

Sementara untuk pasal yang dikenakan, yaitu pasal 27 ayat 3 UU ITE yang berbunyi setiap orang tanpa sengaja tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan membuat dapat di aksesnya informasi elektronik dan atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan atau pencemaran nama baik yang mana Juntokan dalam pasal 45 UU ITE yang berbunyi setiap orang yang memenuhi pasal nomor 27 termasuk ayat 3. Dipidana dengan hukuman penjara paling lama enam(6) tahun dan denda paling banyak satu miliar rupiah.

Nah itu sudah otomatis apabila suatu kasus pidananya 5 tahun ke atas, berarti terduga/terlapor bisa ditahan. Tegas Kasat Reskrim ( Caken)

Komentar

Daftar Berita Terpopuler