by

Mayat Perempuan Tanpa Busana, Ditemukan Dipantai Pianemo

-Berita-4,425 views
Waisai,rajaampatexclusive.co.id-Masyarakat Pianemo digegerkan dengan penemuan mayat Perempuan tanpa busana (Bugil) dipinggir Pantai Pianemo. Mayat tanpa identitasnya itu di temukan oleh Maikel Fakdwer selanjutnya dilaporkan ke Masyarakat yang sedang berjualan di jembatan Pianemo.

Kapolres Raja Ampat, AKBP. Edy Setyanto Erning. S.IK, melalui Kasat Reskrim, AKP. Bernadus Okoka. SE, 04/02/2019. membenarkan penemuan mayat perempuan tanpa busana oleh seorang warga masyarakat di pinggir pantai pianemo

“ia memang benar,telah ditemukan mayat berjenis kelamin perempuan di pantai pianemo oleh masyarakat. Mayat tersebut tak memakai busana( Bugil) dan tanpa identitas”.Ujar Okoka

Dituturkan sesuai kronologisnya, pada hari Sabtu, 2 Februari 2019, Saudara Miton Fakdawer dan Maikel Fakdawer sedang membereskan peralatan pancingnya, pukul 16:00.Wit (Jam 4 sore) tapi karena Maikel Fakdawer hendak buang air kecil, Maikel melangkah tak begitu jauh dari saudaranya. ternyata beliau melihat benda mirip boneka tergeletak kurang lebih 1 meter di bibir pantai. Karena penasaran Maikel mendekati benda tersebut, ternyata sesosok Mayat berjenis kelamin perempuan yangtidak memakai busana (Bugil).

Melihat benda tersebut adalah sesosok mayat, Maikel Fakdawer menyuruh Saudaranya Miton Fakdawer melaporkan kejadian tersebut ke masyarakat yang saat itu sedang berjualan di atas jembatan pianemo, dan sekitar 15 menit kemudian warga masyarakat menuju TKP selanjutnya membungkus mayat tersebut dan menguburkannnya 100 meter dari lokasi penemuan, karena kondisi tubuh dari mayat tersebut sudah hancur.

Ditanya mengenai ciri-ciri mayat tersebut, Bernadus mengatakan dari laporan yang masuk, mayat berjenis kelamin perempuan, tinggi badan sekitar 145 centimeter, warna kulit putih, sedangkan ciri-ciri yang lain tidak di kenali karena dari bagian kaki hingga paha sudah tidak ada, telapak tangan hingga pergelangan tangan tidak ada, pada bagian wajah sudah berbentuk tengkorak, dan rambut, telinga, hidung serta gigi juga sudah tidak ada. kata Okoka

Ada beberapa pertimbangan sehingga mereka tdk membawa mayat tersebut ke kampung diantaranya karena kondisi cuaca yang berombak serta angin. Dan juga kondisi mayat yang sudah membusuk dan setengah hancur, maka masyarakat  memutuskan untuk mengubur mayat tersebut sekitar 100 meter dari lokasi penemuan mayat, Kemudian pada tanggal 3 januari 2019, mereka melaporkan ke Polres Raja Ampat.

Untuk itu kami dari pihak kepolisian Polres Raja Ampat, menyampaikan kepada masyarakat , yang merasa kehilangan anggota keluarganya, sesuai ciri-ciri yang di sampaikan tadi, untuk segera melaporkan ke Polres Raja Ampat.( Caken)

Comment

Daftar Berita Terpopuler