by

Reses Ke-1 Anggota DPRD Raja Ampat Yoris Rumbewas Di Distrik Ayau

-Berita-31 views
Dorekar, RAE- Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat(Asmara) dan mendengar langsung usulan masyarakat untuk dibawa dalam musrembang tingkat Kabupaten sesuai program pembangunan,anggota DPRD Raja Ampat Yoris Rumbewas melaksanakan reses ke- 1 di daerah pemilihanya(Dapil) II Distrik Ayau

Reses ke-1 anggota DPRD Raja Ampat Yoris Rumbewas dilaksanakan di Kampung Dorekar Distrik Ayau yang di hadiri oleh masyarakat di 5 Kampung yaitu, Kampung Runi, Kampung Boiseren dan Kampung Yenkawir, Kampung Yenkafan dan Kampung Dorekar

Kegiatan reses pertama berpusat di aula rapat kantor Distrik Ayau Kampung Dorekar. Anggota DPRD Raja Ampat yang merupakan kader Partai Demokrat Kabupaten Raja Ampat Yoris Rumbewas sedikit menjelaskan tujuan dilaksanakan Reses ini.

“Tujuan dari reses ini adalah untuk meminta tanggapan atau masukan dari masyarakat mengenai program-progran kerja, baik itu yang telah dilakukan didalam APBD atau usulan baru yang disampaikan oleh masyarakat untuk menjadi catatan kepada kami sebagai DPRD. “Terang Rumbewas

Dalam penyampaiannya yang dihadiri oleh masyarakat dilima kampung itu. Tidak terlalu monoton, karena beliau langsung membuka diskusi dan saling tanya jawab. Bahkan dia memberikan kesempatan yang luas untuk masyarakat untuk menyampaikan segala unek-uneknya

Pertemuan yang dipandu langsung oleh kepala Distrik Ayau,  J.Umpes Berjaln dengan aman dan penuh rasa kekeluargaan. Ada beberapa masukan dari masyarakat, seperti yang disampaikan kepala Kampung Boiseren yang juga sebagai ketua Komite sekolah SMA Negri 09 Boiseren meminta agar dibuat pagar sekolah SMA karena pihaknya sudah memasukan proposal ke Pemda namun tidak dijawab sampai saat ini, kemudian lampu mercusuar, Kubus atau penahan ombak dan lampu solar cell karena bulan Desember nanti ada natal gabungan. Tandasnya

 Sementara itu kepala sekolah SMP Dorekar dalam penyampaiannya mengenai sekolahnya terkendala masalah tanah SMP yang hingga saat ini belum di bayar. Menurut kepala sekolah pihaknya selalu ditekan oleh yang punya tanah. Bukan hanya itu. Sekolah tersebut juga sudah tidak layak pakai karena atapnya bocor semua, oleh sebab itu kami meminta ada perhatian dari pihak terkait karena sekolah ini sudah berdiri hampir 20 tahun

 kelapa kering  yang  jatuh saja, kami tidak berani mengambilnya ditambah lagi kami hendak melakukan pembangunan sekolah, dilarang terus oleh pemilik tanah. Karena tanah tersebut belum di bayar. Kami sangat bingung padahal SMP ini sudah berdiri selama 20 tahun” tandas Kepsek
Paulus Rumbewas dalam usulannya meminta pembangunan Paud dan juga meminta agar pemasangan internet disekolah. Mengingat dalam waktu dekat akan di laksanakan ujian sekolah berbasis online

Ditempat yang sama Kepala Sekolah SMA negri 9 Boiseren meminta agar ada perhatian khusus pembangunan rumah dinas untuk guru karena sampai saat ini guru-guru tinggal menumpang, apalagi guru dari luar kampung. Beliau juga meminta agar pengadaan perahu fiber, karena kadang-kadang kalau ada urusan mendadak pihaknya kalang kabut mencari hubungan.

Pertemuan yang berlangsung hampir 4 jam itu, banyak usulan yang di sampaikan, seperti semenisasi jalan, hak-hak tenaga honorer yang belum dibayar bahkan meminta pengadaan bantuan kapal pengangkut hasil laut di Distrik Ayau. Karena masyarakat bingung dengan tangkapan mereka, mau dibawa dan jual kemana

Yoris Rumbewas Anggota DPRD Raja Ampat dalam keteranganya menegaskan akan menampung semua usulan yang di masukan selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar program dan usulan itu dapat terakomodir. Bahkan beliau menyampaikan agar usulan ini harus disepakati bersama agar ketika masuk di musrembang tingkat Kabupaten maka semuanya akan sinkron dan terarah.  Ujar Yoris

Yoris yang merupakan ketua Bapenperda DPRD Raja Ampat meminta kepala-kepala kampung untuk selalu berkoordinasi dengan distrik agar program pembangunan di kampung dan distrik bisa berjalan sesuai dengan apa yang di harapkan bersam

Terkait tanah sekolah yang menjadi masalah, Yoris yang merupakan anak asli Ayau itu. Memberikan ketegasan kepada masyarakat untuk membuang ego-ego tersebut, memang kita tahu bahwa masyarakat punya hak atas tanah tapi kita harus berpikir kembali sekolah itu berdiri secara tidak langsung sudah membawa perubahan terhadap anak-anak kita. Tukas Yoris

Jadi pada intinya lanjut Yoris usulan dan masukan ini akan menjadi catatan. Yang nantinya akan di tampung untuk diupayakan.

Dari hasil pertemuan tersebut rata-rata semua usulan dan masukan lebih banyak terkait masalah pendidikan. Bangunan sekolah, hak-hak guru baik honorer maupun ASN.

Pertemuan yang berakhir sekitar pukul 13:00.  itu diakhiri dengan doa dan makan bersama di kediaman Anggota DPRD Raja Ampat Yoris Rumbewas. (Caken)

Comment

Daftar Berita Terpopuler