by

Reses Ke-1 Anggota DPRD Raja Ampat Yoris Rumbewas Di Distrik Ayau

Dorekar,RAE- Dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat(Asmara) dan mendengar langsung usulan, guna di bawa dalam musrembang tingkat Kabupaten sesuai program pembangunan. Anggota DPRD Raja Ampat Yoris Rumbewas melaksanakan reses ke- 1 di daerah pemilihanya(Dapil) II Distrik Ayau Kampung Dorekar

Reses ke-1 anggota DPRD Raja Ampat Yoris Rumbewas dilaksanakan di Kampung Dorekar Distrik Ayau yang di hadiri oleh masyarakat di 5 Kampung yakni, Kampung Runi, Kampung Boiseren dan Kampung Yenkawir, Kampung Yenkafan dan Kampung Dorekar

Kegiatan reses pertama berpusat di aula pertemuan kantor Distrik Ayau Kampung Dorekar. Dalam kesempatan itu anggota DPRD Raja Ampat yang merupakan kader Partai Demokrat Kabupaten Raja Ampat itu sedikit memaparkan tujuan reses yang dilakukannya di Dapil II.

“Tujuan dari reses ini yaitu untuk mendengar usulan atau masukan dari masyarakat mengenai program-progran kerja, baik itu yang sementara dilakukan dalam APBD ataupun usulan baru yang disampaikan oleh masyarakat untuk menjadi catatan kami sebagai DPRD dan juga kegiatan reses ini merupakan program DPRD diluar dari sidang itu sendiri”Terang Rumbewas

Dalam penyampaian yang dihadiri oleh masyarakat ditiga kampung itu. Tidak terlalu monoton, karena beliau langsung membuka ruangan diskusi dan saling tanya jawab. Bahkan beliau memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk menyampaikan segala unek-uneknya.

Pertemuan yang dipandu langsung oleh kepala Distrik Ayau, J. Umpes berjalan dengan aman dan lancar, ada beberapa usulan dan masukan dari masyarakat, seperti halnya kepala Kampung Boiseren yang juga sebagai ketua Komite sekolah SMA Negri 09 Boiseren meminta agar dibangun pagar sekolah SMA karena pihaknya sudah memasukan proposal ke Pemda namun tidak ada balasan hingga saat ini, kemudian lampu mercusuar, Kubus atau penahan ombak dan lampu solar Cell karena mengingat bulan Desember nanti ada natal gabungan.

Sementara itu kepala sekolah SMP Dorekar dalam penyampaiannya mengenai sekolahnya terkendala masalah tanah SMP yang hingga saat ini belum di bayar. Menurut kepala sekolah pihaknya selalu ditekan oleh yang punya tanah. Bukan hanya itu. Sekolah tersebut juga sudah tidak layak pakai karena atapnya bocor semua, oleh sebab itu kami meminta ada perhatian dari pihak terkait karena sekolah ini sudah berdiri hampir 20 tahu

” Kelapa kering dalam lingkungan sekolah jatuh saja, kami tidak berani mengambilnya ditambah lagi kami hendak melakukan pembangunan sekolah, dilarang terus oleh pemilik tanah. Karena tanah tersebut belum di bayar. Kami sangat bingung padahal SMP ini sudah berdiri selama 20 tahun” tandas Kepse

Paulus Rumbewas dalam usulannya meminta pembangunan Paud dan juga meminta agar pemasangan internet disekolah. Mengingat dalam waktu dekat akan di laksanakan ujian sekolah berbasis online

Ditempat yang sama Kepala Sekolah SMA negri 9 Boiseren meminta agar ada perhatian khusus pembangunan rumah dinas untuk guru karena sampai saat ini guru-guru tinggal menumpang, apalagi guru dari luar kampung. Beliau juga meminta agar pengadaan perahu fiber, karena kadang-kadang kalau ada urusan mendadak pihaknya kalang kabut mencari hubungan.

Pertemuan yang berlangsung hampir 4 jam itu, banyak usulan yang di sampaikan, seperti semenisasi jalan, hak-hak tenaga honorer yang belum dibayar bahkan meminta pengadaan bantuan kapal pengangkut hasil laut di Distrik Ayau. Karena masyarakat bingung dengan tangkapan mereka, mau dibawa dan jual kemana

Yoris Rumbewas Anggota DPRD Raja Ampat dalam keteranganya menegaskan akan menampung semua usulan yang di masukan selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar program dan usulan itu dapat terakomodir. Bahkan beliau menyampaikan agar usulan ini harus disepakati bersama agar ketika masuk di musrembang tingkat Kabupaten maka semuanya akan sinkron dan terarah.  Ujar Yoris

Yoris yang juga masuk dalam Bapenperda DPRD  Raja Ampat meminta kepada kepala-kepala kampung untuk berkoordinasi dengan Distrik agar usulan dan program sesuai dengan apa yang diharapkan bersama

Terkait tanah sekolah yang menjadi masalah, Yoris yang merupakan anak asli Ayau itu. Memberikan ketegasan kepada masyarakat untuk membuang ego-ego tersebut, memang kita tahu bahwa masyarakat punya hak atas tanah tapi kita harus berpikir kembali sekolah itu berdiri secara tidak langsung sudah membawa perubahan terhadap anak-anak kita. Tukas Yoris

Jadi pada intinya lanjut Yoris usulan dan masukan ini akan menjadi catatan. Yang nantinya akan di tampung untuk diupayakan.

Dari hasil pertemuan tersebut rata-rata semua usulan dan masukan lebih banyak terkait masalah pendidikan. Bangunan sekolah, hak-hak guru baik honorer maupun ASN

Pertemuan yang berakhir sekitar pukul 13: 00.Wit itu di akhiri dengan doa dan makan bersama di kediaman Anggota DPRD Raja Ampat Yoris Rumbewas.(Caken)

Comment

Daftar Berita Terpopuler