by

Salimudin Salim : Tidak Benar 20 KK Di Waisai Diusir Karena Kalah Pileg

Waisai,RAE- Melindungi mangrove untuk melindungi kawasan kimindores dari ancaman angin selatan dan upaya pengembangan tanah hak ulayat, Salimudin Salim, pemilik hak ulayat di Kimindores, Distrik Sapordanco, Waisai Kota, Raja Ampat, memutuskan sewa menyewa tanah terhdap 20 KK di kawasan tersebut.

Kawasan mangrove di Kimindores Waisai, merupakan tempat berlabuh perahu-perahu asal Saonek sejak masa lalu terutama pada saat musim angin selatan yang ganas, namun kini, mulai terancam rusak dikarenakan adanya pembangunan rumah secara liar yang telah merusak kawasan tersebut.

Hal ini diungkapkan Salimudin Salim, pemilik hak ulayat kawasan Kimindores, sehingga, untuk mencegah kerusakan mangrove secara luas di wilayah itu, Salimudin ingin menertibkan kawasan itu dengan tidak memberikan ijin sewa lokasi terhitung, 1 Mei 2019.

“ Saya prihatin sekali dengan kerusakan mangrove di tanah ulayat saya, akibat pembangunan liar rumah-rumah warga, karena jika mangrove dibabat habis, gelombang angina selatan akan masuk hingga ke jalan raya, untuk itu saya mau tertibkan, “kata Salimudin”.

Dituturkan Salimudin, 20 KK yang tinggal di tanahnya di Kimindores, sudah tinggal selama 11 tahun diatas tanah, mulai dari satu KK, hingga kini berjumlah 20 KK, namun sejak dibangun talut sungai , pembangunan rumah secara liar mulai diatas air yang tidak tertata dan merambah kawasan mangrove, sehingga perlu ditertibkan sejak sekarang.

Salimudin mengkuatirkan, pertumbuhan penduduk secara liar akan terus bertambah, mengingat Waisai sebagai ibukota kabupaten dan Raja Ampat sebagai daerah tujuan wisata, akan semakin tidak terkendali dan merugikan saya sebagai pemilik hak ulayat, maupun ancaman kerusakan kawasan mangrove,

Salimudin sudah mempunyai rencana mengelola tanah ulayatnya dan telah membicarakan hal ini dengan warga setempat jauh sebelum pemilu legislative berlangsung, niatnya kawasan tersebut akan ditimbun, untuk dibangun perumahan secara permanen diatas tanah, yang akan dijadikan tempat usaha, mengingat Salimudin sudah memasuki masa purna tugas sebagai ASN.
Disinggung tentang adanya isu di berbagai media terkait tindakan yang diambil Salimudin mengusir 20 KK di tanah ulayatnya karena kalah Pileg, dibantah keras oleh Salimudin.

“ Tidak benar saya mengusir 20 KK karena tidak memperoleh suara dari pengguna lahan, kebetulan sistim yang dipakai adalah sewa bulanan, sehingga saya tidak melanjutkan sewa menyewa, jadi tidak benar saya mengusir mereka” tegas mantan Kadispora ini.

Kepada awak media, Salimudin menegaskan, “Saya bahkan tidak pernah membicarakan hal tersebut dengan warga, justru mereka yang menawarkan jasa memberikan 10% suara kepada saya dari 200 pemilih lebih,namun sebaliknya, saya justru menyarankan mereka memilih calon lain yang memiliki tim sukses di tempat tersebut.

Hanya saja, saya menyampaikan himbauan kepada penghuni tanah ulayat saya bertepatan dengan momen pasca pemilu sehingga diartikan seperti itu, dalam melakukan pemberitaan, saya juga tidak pernah diwawancarai jadi saya rasa itu isu yang dibuat-buat saja.

Dari pantauan media ini, Salimudin memenuhi janjinya, tepat tanggal 1 Mei 2019, Salimudin bertemu dengan warga mempertegas keputusannya, dan memberikan waktu kepada warga untuk mencari lahan baru sebagai tempat tinggal. (Red)

Comment

Daftar Berita Terpopuler