by

Selamatkan Pariwisata Raja Ampat Masyarakat Adat Bentuk Forum Peduli

-Wisata-65 views

Waisai,RAE- Masyarakat Adat pelaku usaha wisata di Raja Ampat telah bersepakat membentuk sebuah Forum Peduli Pariwisata Masyarakat Adat Raja Ampat untuk menyelamatkan kepariwisataan local, Jumat, 17 Mei 2019.

Bertempat di Museum Geopark, Kimindores, Waisai, sebanyak 19 orang perwakilan pelaku usaha home stay dan transportasi wisata, dari pulau-pulau disekitar Waigeo, mengadakan pertemuan guna membahas ancaman terhadap pariwisata local di Raja Ampat.

Ancaman serius datang dari adanya kegiatan One Day tour dan live a board yang berwisata di Raja Ampat, namun tidak memberikan kontribusi langsung terhadap perekonomian di kampung-kampung, terutama home stay dan transportasi local.

“ Travel-travel melakukan tour sehari langsung dari Sorong menuju spot-spot wisata di Raja Ampat dan tidak menginap maupun membeli makan di Raja Ampat, secara otomatis membuat home stay dan transport local merugi, karena tidak ada biaya yang dikeluarkan, semua kebutuhan sudah dipenuhi dari Sorong, mereka juga tidak membayar PIN, jelas Melki Dimara, salah satu pelaku usaha di Jenbeser.

Selain trip wisata, isu lain adalah, menurunnya jumlah kunjungan wisatawan, menyebabkan beberapa resort banting harga sama dengan home stay local, hal ini menyebabkan terjadi persaingan tidak sehat dan berdampak terhadap perkembangan home stay.

“ kalau resort banting harga sama dengan home stay, tentu kami home stay local akan kalah bersaing, karena kami memiliki modal kecil, hal ini sangat meresahkan kami”. ujar Stefani yang memandu jalannya diskusi.

One day tour adalah isu yang paling serius dibahas karena berdampak langsung terhadap pengusaha local yang adalah pemilik hak ulayat itu sendiri, karena yang diperoleh hanyalah dampak negatifnya, yakni banyak sampah, rusaknya terumbu karang dan penghindaran pembayaran PIN masuk Raja Ampat.


Untuk mengatasi ancaman ini, 19 orang yang mewakili home stay dan jasa transportasi bersepakat membentuk sebuah Forum Peduli Pariwisata Masyarakat Adat Raja Ampat, untuk menyuarakan kegelisahan pengusaha local.

Forum yang telah terbentuk ini berencana akan bertemu dengan pemerintah dan stake holder lainnya guna membahas dan mencari jalan keluar mengatasi anacaman serius ini, agar terbangun pariwisata Raja Ampat yang sehat dan maju.


Terpilih dalam pemilihaN secara aklamasi, Melkisedek Dimara sebagai Ketua, Stefani Arwakon sebagai Sekretaris dan Fandi Ahmad sebagai Bendahara. (red)

Comment

Daftar Berita Terpopuler