by

Tolak Rasisme, Solidaritas Masyarakat Adat Papua Wilayah III Doberay Datangi Kantor Bupati R4

-Berita-245 views

Waisai, RAE -Menolak dengan keras tindakan Rasisme oleh Ormas intoleran bersama TNI/Polri terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. Rabu, 21/08/2018, Solidaritas Masyarakat Adat  Papua Wilayah III Doberay Menggelar Aksi Longmarch dan demo damai di halaman kantor Bupati Raja Ampat.

Longmarch yang di lakukan oleh solidaritas masyarakat adat Papua wilayah doberay III bermula dari kantor DPRD Raja Ampat dan meminta pimpinan beserta anggota DPRD untuk jalan bersama-sama masa pendemo menuju kantor Bupati Raja Ampat, guna menyerahkan aspirasinya kepada Pimpinan Daerah dalam hal ini Bupati Raja Ampat

Pantauan media ini, masa mulai bergerak menuju kantor Bupati Raja Ampat sekitar pukul 13:30 WIT. Ratusan massa yang di kawal ketat oleh anggota polres Raja Ampat terus mengumandangkan aksi Rasisme yang di lakukan oleh kelompok ormas intoleran terhadap mahasiwa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang Seperti halnya Salah satu perempuan adat amaya, Sara Elwod dengan berapi-api menyemangati massa dengan orasinya bahwa, perempuan papua tidak melahirkan anak-anak monyet karena rahim perempuan papua di berkati. bahkan yel-yel papua merdeka di kumandangkan selama longmrach. “Papua….. Merdeka,…. Papua Merdeka…..Kalimat-kalimat tersebut membuat masa aksi semakin bersemangat

Sesampainya di halaman kantor Bupati Raja Ampat, massa di terima langsung oleh Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati, SE, Wakil Bupati Manuel Piters Urbinas, S.Pi, M.Si, Sekda Dr. Yusuf Salim. M.Si, Dandim 1805/RA, Letkol Inf. Jhosep P. Kaiba.

Sementara itu Donald Renato Heipon selaku koordinator penanggung jawab aksi dalam orasinya mengatakan bahwa pihaknya datang menghadap Bupati Raja Ampat untuk menyerahkan aspirasi dari solidaritas masyarakat adat Papua wilayah III Doberay agar bapak bisa menyampaikannya kepada presiden. Dengan nada lantang Donald Renato Heipon menegaskan bahwa pihaknya tidak menerima ada sebutan MONYET untuk orang Papua, karena kami di ciptakan segambar dan serupa dengan Allah. Tegasnya

Usai membawa Orasi singkat dihadapan Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Pimpinan OPD dan Anggota DPRD Raja Ampat selanjutnya masa aksi meminta ketua DPRD Raja Ampat Reinol M. Bulla, SE. M.Si sebagai perwakilan Rakyat membacakan Poin aspirasi dari Masyarakat Adat Wilayah III Domberay, dan selanjut menyerahkan Aspirasi tersebut kepada Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE.

Bupati Raja Ampat Abdula Faris Umlati, SE, Setelah menerima aspirasi mengatakan bahwa pihaknya akan sesegera mungkin melakukan koordinasi tingkat atas guna menyampaikan aspirasi ini ke Mentri Sekretaris Negara (Mensesneg) untuk selanjutnya di ketahui oleh Presiden.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada massa pendemo yang telah melakukan aksi ini dengan aman dan tertib. Bupati pun berharap hal-hal seperti ini tidak akan terulang di masa yang akan datang.

“jujur saya pribadi juga marah ketika kita di panggil monyet, kalau orang yang panggil kita monyet di kasih kesempatan kena hukum adat, maka saya orang pertama yang akan maju”, Tukas Bupati

Tapi bupati berpesan agar kita sama-sama saling menjaga toleransi antar sesama masyarakat adat, janganlah kita saling menjatuhkan. Raja Ampat yang kita cintai ini kita jaga bersama-sama. Imbuhnya sembari berjanji akan secepatnya berkoordinasi sehingga aspirasi ini sesegera mungkin berada di Istana Negara dan di baca oleh Presiden Republik Indonesia. ( Caken)

Comment

Daftar Berita Terpopuler